Mengolah Limbah Plastik Menjadi Paving Block di Pulau Rajuni Taman Nasional Taka Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar

Beberapa dekade terakhir sampah plastik menjadi masalah global yang tidak hanya di daratan tapi juga di lautan. Sama halnya dengan pulau-pulau kecil lainnya, tumpukan sampah termasuk sampah plastik sangat umum kita temukan di sepanjang pantai pulau-pulau kecil. Dikarenakan aksesibilitas yang terpisah dari pulau utama, tidak ada tempat pengolahan sampah dan lahan untuk penampungan sampah terbatas. Meski tersedia tempat penampungan sampah baik TPS maupun TPA di pulau kecil belum menyelesaikan masalah sampah jika tidak ada strategi pengelolaan sampah yang mandiri.

Paving block dari limbah plastik

Berbagai macam solusi dilakukan untuk mengatasi dampak pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah plastik salah satunya adalah mengolah plastik menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Bapak Sarulla memulai usaha produksi paving block sejak awal tahun 2022. Usaha produksi paving block dari limbah plastik di Pulau Rajuni Taman Nasional Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar mendapat tanggapan positif dari pemerintah desa karena mendukung program mengatasi masalah sampah plastik di Pulau Rajuni.

Selain itu, Pemerintah desa juga memesan sekitar 4000 buah paving block untuk program pembangunan di Pulau Rajuni. Harga paving block hasil olahan dari limbah plastik Bapak Sarullah tersebut senilai Rp.250.000 untuk setiap ukuran satu meter persegi.

Metode pembuatan paving block di Pulau Rajuni

Bahan yang digunakan adalah campuran pasir dan plastik tebal (1:1) yang dibeli dari warga setempat seperti ember dan jirgen bekas. Sebelum dicetak, plastik terlebih dahulu dicacah kemudian dicampur pasir. Setiap cetakan menampung sekitar 2 kg bahan campuran.

Cetakan Paving Block

Cetakan yang sudah terisi penuh bahan campuran kemudian dimasak selama 1 jam. Alat masak yang digunakan mampu menampung 5 buah cetakan dalam sekali masak menggukanan bahan bakar dari kayu yang diperoleh di sekitar pulau.

Alat Masak Paving Block

Setelah dimasak cetakan kemudian dipress untuk memadatkan campuran dan mengeluarkan air sewaktu proses memasak. Untuk melepas paving block dari catakan dilakukan perendaman menggunakan air selama beberapa menit.

Alat Press Cetakan

Dalam sehari Bapak Sarullah mampu memproduksi 20 buah paving block. Artinya, dalam sehari 20 kg limbah plastik dapat diolah menjadi bahan yang lebih bermanfaat. Sekiranya usaha kreatif seperti yang dilakukan Bapak Sarullah yang memanfaatkan limbah plastik menjadi susuatu yang dapat menghasilkan profit juga dapat ditiru oleh masuarakat lain. Tentunya dibutuhkan dukungan dan kerja sama pemerintah setempat agar usaha skala kecil tersebut dapat berkembang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.